Sabtu, 27 April 2019

Hai Muslimah! Syurga di Bawah Telapak Kakimu


My Mother, Her name is Nuraini :)


Biar kutegaskan lagi mengenai sosok ibu. Ibu adalah perempuan mulia yang telah melahirkan kita ke dunia. Selain itu, ada Hadits Nabi yang mengatakan bahwa seorang ibu layak untuk dihormati lebih dulu, baru setelah itu bapak. 

Beliau adalah ibuku. Ibu tercinta yang telah menampung dan tetap mengopeniku walau aku sudah berkeluarga. Beliau begitu ikhlas mengurusku dan keluarga kecilku (Suami dan anakku) walau terkadang ada banyak pertentangan dan percekcokan di antara kami. Namun, fungsi sebagai ibu tetap beliau lakoni dengan baik.

Sebagai anak, terkadang aku merasa bersalah karena sampai sekarang aku masih bergantung padanya. Bergantung dalam artian segala sesuatu masih kukonsultasikan lebih dulu pada beliau. Untuk masalah finansial, Alhamdulillah, Aku sudah berdikari alias berdiri di atas kaki sendiri.:) dan berniat tak ingin membebani beliau dengan masalah keuanganku. Kecuali aku benar-benar membutuhkannya. Dan begitupun sebaliknya. 

Ibu, selain menanggungku, Ada adikku yang juga beliau tanggung. Adikku, Ahmad Royhan, masih berstatus santriwan di salah satu pondok yang ada di Kraksaan, Probolinggo. 

Ada banyak hal yang telah dilakukan beliau kepadaku. salah satunya: Anjuran untuk segera menikah saat lulus kuliah, padahal kala itu, Aku ingin sekali melanjutkan proses belajarku ke jenjang S2, bukan apa-apa, Aku tak ada niatan untuk merepotkan beliau untuk yang kedua kalinya, aku ingin berusaha sendiri untuk kuliahku yang kedua ini. Namun, Takdir berpihak pada ibuku, dan akupun menikah dengan lelaki yang sekarang disebut Abuya oleh anakku.

Hal yang tak bisa kutafsiri sendiri adalah mengenai syurga yang berada di bawah telapak kakinya, tidak hanya pada sosok perempuan yang bergelar ibu, namun, untuk semua perempuan pilihan yang bergelar Muslimah, yang senantiasa mengabdikan diri pada Ilahi. Tentu saja, itu khusus yang shalehah, then, Shalehahkan dirimu dan raihlah Syurga-Nya.


Selobanteng, 27 April 2019
#BelajarMenulisdiBlog
#PreparingForwritingChallenge30hrdc


Rabu, 24 April 2019

Tentang Hari: Bagaimana Kudapati Waktu Bersamamu.

Dear Anakku, Hilma...
Genap 2 Bulan usiamu, Nak. dan kamu sudah bisa 'berbicara' yang tak kumengerti maksudnya. kadang kala, kamu meracau indah bila tak cepat kugendong dari tempat tidurmu. 
Terimakasih untuk semuanya ya, Nak... 
Umma masih belajar dalam mengurusmu, 
Umma ingin kamu shalehah, walau Umma tak shalehah.
Umma Mencintaimu Anakku

#Ummu Hilma

Hilma selesai di-Imunisasi :)


Selasa, 16 April 2019

Assalamualaikum Readers...

This is my own blog... hehe
Harapanku dengan membuat blog ini, Aku bisa ber-istiqamah dalam menulis.
Allahul- Musta'an.


#Newborn

Perihal Lisan yang Kelu Berucap

Assalamualaikum... Barangkali ada yang sama seperti kisahku. Kutuliskan ini hanya karena lisan yang tak mampu berucap apa-apa padahal didha...