Minggu, 02 Juni 2019

Cara Untuk Memaafkan




Assalamualaikum...
Salam semangat untuk kita semua dalam menghadapi hari dan menyulam mimpi karena Allah, karena sejatinya kita hanyalah hamba yang melakoni seluruh skenario dari-Nya. 

Ramadhan hari keduapuluh delapan, hari kemenangan semakin di depan mata. Semua pernak-pernik lebaran sudah tersedia pun toples-toples berisi beberapa jajanan berjajar rapi memenuhi ruangan. Semuanya telah ada, hanya kata maaf yang masih kelu tuk diucapkan. Ya... Maaf selalu bersanding saat salah dilakukan, namun itu bagi orang yang sadar akan mengatakannya, bila tidak, ia takkan merasa apa yang telah diperbuatnya. Memang, manusia adalah tempat salah dan lupa, bila salah terus dilakukan, sisi manusianya di mana?

Meminta maaf dan memaafkan kesalahan terasa mudah diucap, sulit dilaksanakan. Masih terbesit rasa jengkel saat ingin memberi maaf, ikhlas kadang suka dipaksakan. Sesekali bayangan tentang dia yang menyakiti membayang begitu saja membentuk role film. Padahal memaafkan adalah sikap mulia dalam Islam. Seberapa berat kesalahan yang telah diperbuat, Allah telah menyuruh hamba-Nya untuk berlapang dada memaafkan kesalahan saudaranya, sesuai dengan firman-Nya:

"Dan janganlah orang-orang yang memiliki kelebihan dan kelapangan di antara kalian bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Dan hendaklah mereka memberi maaf dan berlapang dada. Apakah kalian tidak ingin Allah mengampuni kalian? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (An-Nur: 22)

Allah Maha Pemberi Maaf, bukankah begitu? Esensi dari memaafkan adalah melapangkan hati yang yang sedang kesal terhadap perbuatan yang pernah menyakiti. Pemberian maafpun seharusnya sudah tertanam dalam diri sebelum permintaan maaf tersebut dilontarkan. Jadi dengan memaafkan, seluruh masalah yang mengganjal memenuhi relung hati diharapkan bisa menghilang dan yang memaafkan akan lebih bisa berdamai dengan keadaan. 

Cara sederhana untuk memaafkan bisa dilakukan dengan tidak membenci mereka yang telah menyakiti, walau nyatanya itu sulit untuk diterapkan. Sungguh, jika rasa benci masih saja melekat dalam diri, maka untuk melangkah ke jenjang memaafkan akan terhambat.Salah satu terbaik untuk menghilangkan rasa benci adalah dengan mengingat seluruh kebaikan yang telah diperbuatnya. 

Alternatif kedua yang bisa dilakukan tuk mendulang maaf adalah dengan membangun rasa empati pada diri sendiri. Dengan mengingat bahwa terkadang diri ini juga melakukan kesalahan, dan tentu saja perlu kata maaf kepada yang telah tersakiti baik itu disengaja maupun tidak. Rasa empati yang terbuka akan lebih membuka jalan untuk memaafkan secara mudah, semakin besar rasa empati dimunculkan, maka semakin mudah pula untuk memaafkan.

Pada akhirnya, memaafkan dan meminta maaf seharusnya menjadi kesadaran bagi diri sendiri, bahwa tentu akan ada dampak positif dan negatif saat menjalin hubungan dengan sesama. Maka dari itu, sesakit apapun yang dirasa, kata maaf semoga tetap selalu ada, terlebih setiap kejadian pasti ada hikmah dibaliknya sebagai perbaikan untuk masa yang kan datang.

Wallahu A'lamu bis Shawab

#Day 28
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Image Source: Google Image

1 komentar:

  1. dengan memaafkan itu bisa mengurangi dosa dosa ringan kita ya hanya masalah begitu susahnya untuk mengucapkan hal itu

    BalasHapus

Kritik dan saran sangat berarti demi perbaikan isi blog ini...

Perihal Lisan yang Kelu Berucap

Assalamualaikum... Barangkali ada yang sama seperti kisahku. Kutuliskan ini hanya karena lisan yang tak mampu berucap apa-apa padahal didha...