"Diamlah jika itu lebih baik"
Assalamualaikum...
Ramadhan Kareem...
Alhamdulillah, Puasa hari ketujuh. Semoga Allah senantiasa berikan nikmat sehat serta taufiq-Nya untuk melanjutkan puasa selanjutnya. Aamiin yaa Razzaq..
Saat akan mengetik, tetiba laptop tidak bisa difungsikan dengan sebagaimana mestinya. Panik tentu saja. Di saat ingin menulis namun media untuk menuangkan isi tulisan tidak mendukung. 😣 Oh tidak ingin lebay, namun komitmen untuk sebuah challenge yang harus diprioritaskan. Untung saja suami sigap memperbaiki laptop yang mulai memancing setengah emosiku berhasil diperbaiki. Di samping itu suami masih mencandaiku bahwa laptopku akan rusak dan aku tak bisa menulis menggunakan media ini. Kesal pastinya, namun tangannya yang lincah terus saja memperbaiki driver network yang tak kumengerti sama sekali. Sekali lagi, Alhamdulillah... melalui wasilah tangan suami, Allah perkenankan laptopku 'sehat' kembali.
Aku jadi teringat siang tadi, setelah melaksanakan seluruh tugas ibu rumah tangga, berseliweran berita tentang artis ibu kota yang ditangkap dan dikecam karena canda yang terlontar. Sungguh sangat disayangkan memang, seorang public figure yang berusaha membuat sajian segar melalui candaannya, akan tetapi malah petaka yang didapatnya. Menyikapi hal ini, Rasulullah menegaskan dalam sabdanya,
"Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa. Celakalah ia, celakalah ia"
(HR. Tirmidzi, no. 2315)
Siapa yang tidak suka bercanda? Kuyakin semua orang suka bercanda sesuai dengan gaya dan ciri khas mereka. Tentang sabar yang tak ada batasnya, sedang canda tentu ada batasannya. Tatkala diri sedang jenuh, canda kadang menjadi alternatif terbaik untuk peluruh lesu. Dengan bercanda, beban yang memberat di dada terlepas begitu saja. Rasulullah saja suka bercanda namun candaan beliau selalu tentang kebenaran.
Dari Abu Hurairah r.a menceritakan, bahwa para sahabat Rasulullah bertanya kepada Rasulullah "Wahai Rasulullah! Apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami? Maka rasulullah pun menjawab "Benar, hanya saja aku selalu berkata benar" (HR. Imam Ahmad)
Niat hati ingin membuat orang tertawa, justru malah menggores luka itulah canda. Kadang tak dipahami suasana hati objek yang sedang dicandai, tak ayal karena canda, banyak orang terpecah belah. dan yang paling miris, Subjek yang biasa mencandai tak sadar bahwa candaannya menyakiti pendengarnya. Na'udzubillahi...
Tentang canda yang beragam gayanya, tanpa disadari topik candaan itulah yang mengena. Aku pernah menjadi terdakwa dan korban dari candaan ini. Tatkala terlalu menyenangi isi candaan yang tak bermanfaat sama sekali, ujungnya aku yang sakit hati. Kekata yang tak seharusnya keluar, seolah memaksakan diri untuk segera dilontarkan, walau memicu tawa namun hati perih tak terkira. Dari itu, aku mulai sadar, bahwa bercanda juga harus memiliki tujuan dan aturan. Yaitu untuk merefresh otak yang sempat down, bosan atau memperoleh suasana segar, agar tercipta semangat baru dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat. dan aturannya, tak ada dusta, bathil dan kata-kata menyakitkan dalam bercanda.
Bercanda juga memerlukan pemikiran. Tak serta merta dikeluarkan tanpa mengetahui suasana hati orang yang kan diajak bercanda. Apa yang dikeluarkan lisan adalah kaca yang menampilkan keadaan isi hati. Pentingnya menjaga lisan dalam etika bercanda. Keselamatan seseorang terletak pada lisannya. Pepatah mengatakan "tergelincirnya lisan lebih kejam daripada tergelincirnya pedang".
Sebagai pengingat diri, dalam bercanda tentu saja sangat dianjurkan untuk menjaga lisan. Berkata jujur senantiasa ditanamkan saat bercanda. tak sedikit perselisihan muncul berawal dari candaan. Yang semula berkeluarga, jadilah tak saling sapa.
Bercanda sangat dibolehkan asal sesuai dengan koridor syariat islam. Semoga setiap kata yang terucap dalam bingkai canda dan perbuatan mendapatkan ridha dari Allah. Aamiin ya Allah...
Wallahu A'lamu bis Shawab.
Selobanteng, 12 Mei 2019
#Day 7
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Image Source: Google Image

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan saran sangat berarti demi perbaikan isi blog ini...