Sabtu, 25 Mei 2019

Metamorfosa Masa Muda




Assalamualaikum...
Bagaimana puasamu hari ini? 10 hari terakhir Ramadhan sudah menghampiri, itu artinya Ramadhan sebentar lagi akan pergi, padahal beberapa rencana belum terealisasi. Hanya Allah yang Maha Mengetahui.

Mengenai amanah yang telah diemban pun perlu dijalankan, memaksaku untuk segera berbenah diri untuk mengikuti arus peradaban. Tak hanya itu, masa muda yang katanya masa menyenangkan tanpa diminta pun pasti akan berlalu dan berganti. Bukankah begitu?

Masa muda yang dikata penuh cerita, penuh warna gelembung-gelembung berwarna merah muda, mengoyak pertahanan iman untuk mengikuti kemauan diri, sungguh menyenangkan memang. Menjadi pemudi dengan seabrek kegiatan tanpa memikirkan apa yang kan terjadi, adalah prinsip yang sudah tak perlu dirahasiakan lagi. Ah Masa muda... penentu masa depan dengan melakukan hal-hal berarti. 

Aku jadi teringat kisahku yang memalukan, virus merah jambu yang menggrogoti jiwa seakan memutus rasa malu untuk melihat dan bertanya tentang dia, objek yang disukai. Pelepasan sikap masa kanak-kanak yang kuanggap akan segera punah bila rasa cinta itu datang. Masa muda inilah waktunya, ditandai dengan rasa suka terhadap pasangan. Malu-malu tuk mengakui padahal debaran terasa dalam hati, hingga yang bersahabatpun terancam bubar karena pertikaian perasaan. 

Masa muda adalah masa emas yang harus dipergunakan untuk meng-upgrade kualitas diri, tak hanya berpatok pada paras yang rupawan, namun potensi juga harus diprioritaskan. Bukankah sangat mengagumkan bila masa muda digunakan untuk eksistensi diri untuk hal yang bermanfaat untuk umat, pun juga tahan terhadap godaan dunia yang semakin menggila. Semangat masa muda selalu dibuktikan dengan kontrol diri yang tak keluar dari syariat agama.

"Tidak akan bergeser kaki seorang manusia dari sisi Rabb-nya sehingga ditanya tentang 5 (Lima) : Tentang umurnya dalam apa ia gunakan, Tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya dari apa ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, tentang apa yang ia amalkan dari apa yang diketahui (Ilmu)"
(HR. ) 

Adalah masa muda, masa mendewasakan diri dengan berbagai hal, mencari jati diri dengan memperbanyak teman sepemikiran, tak hanya eksis namun juga disertai dengan potensi. Dibuktikan dengan semangat terbingkai dalam syariat islami. Metamorfosa yang seharusnya membawa perbaikan untuk masa tua nanti.

Sangatlah luar biasa bila masa muda ditasbihkan dengan berperilaku terpuji tanpa ingin dipuji. Padahal pemuda sangatlah cenderung terhadap dunia dan sangat bersemangat tuk menggapainya. Sungguh, apa yang terjadi pada dunia nyata sekarang sangatlah memprihatinkan. Banyaknya kalangan yang bergerombol ingin menunjukkan dirinya ada, hanya saja cara yang digunakan adalah salah. Dan yang sangat memprihatinkan dari mereka adalah berusia muda. Semoga dijauhkan dari hal sia-sia dan merusak generasi, Aamiin.

Metamorfosa masa muda seharusnya untuk menggali bekal untuk masa tua, kala diri sudah renta dan tak ada yang bisa dilakukan selain berdiam tanpa tapi. Apa yang ditanam itulah yang kan dipetik. inilah yang disebut kaidah hidup. Selagi bisa, kegiatan positif di masa muda sangatlah membantu untuk perbaikan diri selanjutnya. inilah yang menjadi PR untukku.

Wallahu A'lamu bis Shawab

Selobanteng, 25 Mei 2019

#Day 20
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Image Source: Google Image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik dan saran sangat berarti demi perbaikan isi blog ini...

Perihal Lisan yang Kelu Berucap

Assalamualaikum... Barangkali ada yang sama seperti kisahku. Kutuliskan ini hanya karena lisan yang tak mampu berucap apa-apa padahal didha...