Kamis, 09 Mei 2019

Shalat: Penentu Disiplin Waktu

"Ketika shalat menjadi kebiasaan, maka sukses kan menjadi kepastian"

Assalamualaikum... :)
Alhamdulillah, Ramadhan sudah berjalan 4 hari, pertanda hari kemenangan tinggal 26 hari lagi, hehehe. Semoga Allah perkenankan kita tetap berpuasa hingga tiba waktu tuk menyambut hari yang fitrah. 

Sudahkah melaksanakan Shalat Dhuhur hari ini? Jika belum, laksanakanlah selagi bisa, karena melaksanakan shalat tepat waktu butuh ke-konsistenan dan kesadaran yang tinggi. Tatkala ada kesempatan untuk melaksanakannya, ada baiknya jika berhenti sejenak dari segala aktivitas yang kita lakukan.

Amalan yang dicintai Allah adalah shalat di awal waktu. Shalat merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim. Dari itu, perintah untuk melaksanakan shalat 5 waktu ada saat Nabi melakukan perjalanan spiritual menembus langit ketujuh atau yang biasa kita sebut dengan peristiwa Isra'-Mi'raj. Pentingnya akan shalat sudah dijelaskan Rasulullah dalam sabdanya: 

"Shalat adalah tiang agama dan kunci dari segala kebaikan"
(HR. Thabrani)

Secara bahasa, Shalat berarti doa, sedangkan secara istilah shalat berarti perbuatan dan perkataan yang dimulai dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam dengan syarat-syarat tertentu. Jadi sudah sangat jelas bahwa orang-orang yang meninggalkan shalat dengan alasan tidak syar'i maka ia akan mendapatkan dosa. Selain itu, Shalat merupakan rukun islam kedua setelah syahadat. Hal ini membuktikan bahwa derajat keislaman seseorang dapat dilihat dari shalatnya.

Allah Ta'ala sangat membenci orang yang lalai dan menyepelekan shalat. ditegaskan dalam firman-Nya:

"Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya"
(QS. Al-Maun: 4-5)

Adapun waktu-waktu shalat menurut aturan fiqh adalah sebagai berikut:

1.  Waktu Shalat Shubuh, dimulai dari terbitnya fajar shiddiq sampai terbitnya matahari.

2.  Waktu Shalat Dhuhur dimulai setelah matahari condong dari pertengahan langit dan berakhir saat bayang-bayang suatu benda telah lebih panjang dari bayangannya.

3. Waktu Shalat Ashar, waktunya dimulai dari setelah Shalat Dhuhur sampai tenggelamnya matahari.

4. Waktu Shalat Maghrib adalah waktu terbenamnya matahari sampai hilangnya Syafaq (awan senja) merah.

5. Waktu Shalat Isya' adalah dari terbenamnya Syafaq hingga sampai waktu shubuh tiba.

Dengan adanya ketentuan tentang waktu-waktu shalat tersebut di atas, setiap muslim diharapkan bisa melaksanakan shalat tepat pada waktunya. Kebiasaan shalat tepat waktu memiliki banyak manfaat yang tak kita sadari di antaranya:

a.  Lebih dekat dengan Rabb-nya.
   Saat seseorang melakukan shalat sebenarnya ia telah melakukan pendekatan kepada Allah. Inti dari shalat adalah doa dan membangun kedekatan dengan Allah.

b. Bisa mengatur waktu
    Kebiasaan shalat tepat waktu dapat melatih seseorang untuk senantiasa disiplin waktu. Jika sudah terbiasa melakukan shalat tepat pada waktu, maka secara otomatis muncul kesadaran dalam dirinya untuk berdisiplin termasuk dalam aktivitas sehari-hari.

Berdisiplin dalam melaksanakan shalat tepat waktu akan menentukan kita menjadi pribadi yang sadar terhadap disiplin yang diterapkan dalan kehidupan kita. 3 di antaranya adalah:

1. Disiplin dalam mengatur waktu.
 
Dalam melaksanakan shalat, seseorang dituntut untuk melaksanakannya sesuai waktu yang telah ditentukan, sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Allah:

"Sesungguhnya Shalat itu merupakan kewajiban yang ditetapkan waktunya bagi kaum mukminin."
(QS. An-Nisa: 103)

Secara tidak langsung, shalat juga ajarkan kita untuk menjadwal seluruh aktifitas kita setelah bangun tidur hingga tidur lagi secara terperinci, agar yang kita lakukan selama sehari semalam tidak sia-sia dan tidak membuang-buang waktu untuk hal yang tak bermanfaat.

2. Disiplin dalam kebersihan.

Ketika seseorang melakukan shalat, hal yang sangat penting dilihat adalah kebersihan. Hal ini dikarenakan saat kita akan melaksanakan shalat, tubuh dan pakaian kita harus dalam keadaan bersih dari hadats. Tak terkecuali tempat yang kan kita tempati untuk shalat.

Berwudhu adalah salah satu syarat untuk melaksanakan shalat, tanpa berwudhu, shalat seseorang tidak akan sah. Wudhu' sebagai penghilang hadats kecil dari tubuh kita.

Dari itu, menjaga kebersihan dapat diterapkan tidak hanya pada waktu shalat saja, melainkan pada saat di mana pun kita berada, kita lebih menjaga lingkungan sekitar agar selalu bersih.

3. Disiplin terhadap aturan yang berlaku.

Kita hidup pasti terikat dengan aturan yang harus dipatuhi. Dengan adanya aturan, kehidupan kita menjadi lebih teratur dan tertata. Sama saat kita akan melaksanakan shalat, maka ada aturan yang harus kita patuhi. Di antaranya, harus merapatkan Shaf, harus suci dari hadats kecil maupun hadats besar dan masih banyak aturan dalam shalat yang harus kita patuhi dan ada larangan yang harus kita jauhi.

Kebiasaan kita, jika sudah disibukkan dengan aktivitas duniawi terkadang kita lupa waktu. Bahkan dengan kesibukan tersebut kita melupakan shalat. Padahal kedisiplinan kita dapat kita latih melalui shalat. Semoga kita dijauhkan dari hal tersebut sehingga jauh dari murka Allah. Aamiin yaa Ghaffar..
Demikian, sudah sepantasnya agar kita selalu berusaha untuk melaksanakan shalat di awal waktu. Dalam aktivitas sesibuk apapun tetap tidak alasan untuk meninggalkan shalat kecuali dengan alasan syar'i seperti perjalan jauh yang mengharuskan kita untuk meng-Qadha'nya.

Wallahu A'lamu bis Shawab..
Semoga kita bisa melaksanakan shalat tepat waktu karena hal itu merupakan amalan yang dicintai Allah. :)

Selobanteng, 09 Mei 2019

#Day 4
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Referensi: 63 Cara Agar Dicintai Allah & Disayang Suami
Image Source: Google Image


#



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik dan saran sangat berarti demi perbaikan isi blog ini...

Perihal Lisan yang Kelu Berucap

Assalamualaikum... Barangkali ada yang sama seperti kisahku. Kutuliskan ini hanya karena lisan yang tak mampu berucap apa-apa padahal didha...