Marhaban Ya Ramadhan
Assalamualaikum Ramadhan...
Ramadhan menjadi bulan yang sangat ditunggu akan hadirnya, begitu pula denganku. Ada rasa haru menyelinap begitu saja tanpa permisi saat Lembaga Hisab dan Ruqyah Hilal membacakan hasilnya. Terhitung mulai tadi malam, Taraweh dilaksanakan dan Tadarus mulai menggema memenuhi mushalla-mushalla di desaku. Terasa menentramkan, saat lantunan Ayatullah dengan penuh khidmat disuarakan. Adakah yang lebih membahagiakan dari nikmat Allah ini? Allah berikan kesempatan untukku bertemu dengan bulan ini.
Anjuran untuk berpuasa penuh selama 30 hari selama Ramadhan, menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat islam. Kuyakin semua orang sudah mengetahui ini, walaupun sebagian dari mereka ada yang mengabaikannya. Pun anjuran untuk menjaga hawa nafsu dan tutur kata sangatlah ditekankan. Tanda muslim sejati yang ikhlas menjalankannya, maka pahala syurga berhak untuk ditempatinya.
Hal yang paling mudah untuk diingat saat Ramadhan adalah banyaknya iklan-iklan di layar televisi yang menampilkan berbagai atribut-atribut berbau Ramadhan, mulai dari iklan minuman, makanan, hingga paket perjalanan yang menawarkan harga khusus di bulan ini. Menggiurkan memang, hanya saja hawa nafsu untuk menggunakan paket-paket yang menawarkan pelayanan fantastis harus diurungkan. Ada banyak hal yang harus dilakukan selain itu :)
Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah, aku masih disibukkan dengan mengurus Baby Hilma yang sedikit rewel karena kemarin disuntik DBT-HB-Hib 3 dan Polio 4 oleh bidan setempat. Akibat suntik ini, dia menjadi panas dan tak bisa menggerakkan kaki sebelah kirinya. Sungguh kasihan, namun sebagai Umma hanyalah menginginkan yang terbaik untuknya. Alhamdulillah wa Syukurillah atas nikmat menjadi seorang ibu, dan Allah limpahkan nikmat itu kepadaku. Tentang ridha-Nya yang juga mengharuskan ridha-ku, murka-Nya juga karena murka-ku. Aku jadi teringat ibuku yang sering marah bila aku tak mengindahkan perintahnya. Mungkinkah Allah juga murka padaku? Oh Allah...wujud penghambaanku yang hanya secuil ini, tak mampu untuk menentramkan hati seorang ibu. Ridhallahi fii Ridhal Walidaini, wa Sukhtullahi fi Sukhtil Walidaini.
Ramadhan juga menjadi bulan yang ditunjuk oleh PJ Event Ukhtiy @Bianglalahijrah untuk menempa diri di Writing Challenge 30 HRDC ( Hari Ramadhan Dalam Cerita) dengan persyaratan yang mudah tentunya. Satu hari satu postingan yang bermanfaat disajikan selama Bulan Ramadhan. Sempat nyaliku ciut, ada banyak penulis keren yang juga ikut berpartisipasi dalam challenge 30 hari ini, bahkan ada beberapa di antara mereka yang sudah menerbitkan karya. Oh Allah... serasa makin kerdil diri ini, tak satupun karya tulisan yang berhasil kupersembahkan. Namun, seseorang pernah mengatakan padaku "Jangan katakan tidak bisa selagi belum mencoba". Dan aku harus mencobanya. kuyakini Allah berikan jalan untuk menulis. Jadi aku harus memacu kinerja otakku dalam menelurkan ide, lalu dituangkan ke dalam bentuk tulisan selama 30 hari melalui wasilah blog yang kubuat dadakan sebagai syarat mengikuti challenge di event ini.
Masyaa Allah... Aku sangat berterima-kasih pada Ukhtiy @Bianglalahijrah, karena telah perkenankanku mengikuti challenge yang dibuatnya. Mengenalnya hanya melalui chat Whatsaap dan itu sangat singkat sekali. She's humble and really inspired me to write. Semula aku sangat jarang menulis jika mood tidak mendukung. Karena sering membaca blognya, aku benar-benar terpacu untuk menulis. Sila kunjungi blognya di yusniaagusaputri@blogspot.com. dan temukan butir-butir inspirasi di setiap jejak tulisannya. Sesuai isi tulisan yang pernah kubaca, bahwa tulisan adalah kebutuhan diri yang sangat diperlukan saat raga tak mampu bicara. Andai ada kesempatan bersua langsung dengannya, aku akan memeluknya erat dan mengucapkan terima kasih karena telah menginspirasiku. Juga secara tidak langsung telah mengenalkanku pada dunia blogger. Walau raga tak jua bersua, walau rupa tak mampu bertatap, semoga Allah tetap lekatkan silaturrahmi dan ukhuwah kita, Aamiin ya Razzaq...
Jazakillah Khairan Katsira yaa Ukhtiy As-Shaalehah.!
Jika menulis adalah kebutuhan diri, maka Membaca Al-Qur'an di Bulan Ramadhan adalah kebutuhan akhirat. Al-Qur'an yang diturunkan tepat pada Ramadhan dan telah dijelaskan secara gamblang di dalam kitab suci-Nya.
"Bulan Ramadhan adalah (Bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah." (QS. Al-Baqarah:185)
Sungguh beruntung bila berpuasa diselingi dengan menelaah Kitabullah. Membacanya dan yang mendengarkannya akan mendapat keistimewaan tersendiri di sisi Allah. Kendati banyak hal yang menyibukkan diri, satu hari satu juz Al-Qur'an sebagai hal utama yang harus diprioritaskan. Allah yang mengetahui niatku dan kuharap tak hanya aku yang mengkajinya, namun dari pembaca yang bersedia mampir dan meninggalkan jejaknya di blog ini, juga menyempatkan diri untuk menyetorkan bacaan pada Ilahi Rabby, sebagai pengingat dan pemawas diri kala ujian menghampiri. Wallahu A'lamu bis Shawab.
One day, One Post and One juz semoga terus menjadi prinsip dan aku turut menempa diriku dalam beristiqamah menjalaninya.
Selobanteng, 06 Mei 2019
#Day 1
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#Bianglalahijrah
Image Source: Google Image

Masyaallah tulisan keren, sebab tulisan jadi sarana mempersaudarakan yg tak saling mengenal. Seperti mba dan mba yusnia. Btw aku juga punya bayi mba, tapi sampe tiga bulan ini belum pernah ikut imunisasi apa lagi suntik.
BalasHapusAlhamdulillah 'Alaa Ni'matillah...
HapusBegitupun punya Ukhtiy Nahlatul Azhar semoga selalu keren :)
Aamiin ya Allah... Semoga persaudaraan ini tak lekang oleh waktu.
Oh iyya kah? Bayi 3 bulan sedang lucu-lucunya lho Ukh.. Iyya nih, Aku pro-imunisasi setelah mengetahui bahan-bahannya.
Syukran sudah meninggalkan jejak di blogku..
#UmmaHilma
Subhanallah...
BalasHapusAlhamdulillah, 'Alaa Ni'matillah ::)
HapusTerima Kasih sudah tinggalkan jejak.
Menyebar kebaikan juga bisa dari menulis dan bahkan manfaatnya bisa terus berjalan selama tulisan kita dibaca oleh orang dan menginspirasi orang lain.
BalasHapusBetul sekali Mama Indri, hal terbaik yang bisa kita lakukan selagi bisa adalah bermanfaat melalui tulisan jika tak mampu tuk utarakan segala rasa melalui lisan.
HapusSemangat menginspirasi, Mama Indri :)
Terimakasih sudah berkunjung ke blogku.
Wah... semoga aku bisa seperti kakak nantinya. Menjadi seorang ibu dan mengurus anak tidak menjadi penghalag untuk terus bisa menulis.
BalasHapusAlhamdulillah... Allahu Akbar.!!
HapusMari sama-sama belajar memanage waktu, Ukh... Hihi
Saat anak tidur, tak serta merta bisa meluangkan waktu untuk berlayar ke dunia imajinasi melalui tulisan. Ada kalanya, pekerjaan lain menuntut kita untuk segera menyelesaikannya.
Semangat menginspirasi dan terimakasih sudah berkunjung ke dunia mayaku :)
semoga aku juga nisa niru 1d1j
BalasHapusAamiin...
HapusSemangat Bund.. Hihi
Ini juga belajar beristiqamah dengan 1 Hari 1 Juz jika tak berhalangan.
Enak sekali dibacanya.. sukses mba
BalasHapusMasyaa Allah... Terimakasih Ukhtiy
HapusSukses untuk kita
Semangat menginspirasi :)