Assalamualaikum...
Semangat pagi... Sudah terlintas banyak harapan saat pagi menjelang, menjadi lebih baik dari hari sebelumnya. Setiap kesalahan yang dilakukan semoga berujung maaf yang didulang.
Pagi ini, tak banyak yang bisa kulakukan, rasa kantuk masih tetap saja melekat dan enggan pergi dari mataku, padahal hari ini adalah hari senin, diri dituntut untuk bersemangat untuk beraktifitas. Sungguh, andai Hari Senin ini adalah hari libur, niscaya tubuhku juga tak ingin jauh dari kasur.
Doa saat pagi menjelang baru saja kurapalkan, katanya jika membaca doa maka Allah akan menjaga kita sepanjang waktu, jauh dari segala musibah. Aamiin, semoga Allah jauhkanku dan keluargaku dari segala musibah.
Mendengar kata musibah, rasanya nyali sudah menciut lebih dulu. Manusia selalu lekat dengan musibah, kala musibah datang menghadang kekecewaan turut datang mengundang bahkan bila tak dapat diselesaikan, Allah kan menjadi sasaran amarah. Naudzubillahi. Bahkan sekalipun sudah melakukan berbagai hal, musibah juga tak kunjung usai. Padahal, musibah adalah ujian kenaikan derajat seorang manusia, seberapa kuat dan seberapa sabar ia bertahan dalam menghadapi musibahnya.
Musibah sejatinya untuk menguatkan, Allah lebih mengetahui kapasitas keimanan seorang hamba. Saat seseorang ditimpa sebuah musibah, itu artinya ia mampu bertahan dan mampu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya. Namun, banyak yang tidak sadar, seperti aku. Jika ada masalah bisaku hanya menangis tanpa mencari solusi, akan bergerak cepat bila ada yang memotivasi.
Kenyataan yang sering didapati dalam kehidupan adalah setiap kesenangan pasti ada kesedihan. kuncinya bersyukur saat mendapatkan kesenangan dan bersabar kala ujian datang. Musibah yang datang sesuai porsi diri, tatkala ia datang bahkan tak melihat keadaan lebih dulu. Sesaat mungkin terasa menyakitkan namun nantinya akan terbiasa.
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan padamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira bagi kepada mereka orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan "Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un."
Sejatinya, apa yang kutulis adalah untuk menghibur dan menguatkan diriku sendiri, sungguh aku tak cukup bersahabat dengan musibah yang kerap datang, beraniku hanya diam namun kadang juga tak sabar. Inginku musibah yang kuhadapi lekas selesai dan hidupku kembali normal. Inilah bentuk keegoisan seorang hamba, ingin masalah selesai dengan sekali kedipan mata. Padahal arti ayat di atas sudah dengan sangat gamblang menjelaskan bahwa Allah akan memberikan kabar gembira bagi mereka yang sabar. Bukankah yang diberi masalah dituntut untuk bersabar dan tetap bertawakkal pada-Nya?
Musibah datangnya dari Allah, hanya pada-Nyalah permintaan pertolongan, bukan kepada selain-Nya. Mintalah disetiap sudut malam dikala sepi menjelang, saat tak ada yang mengganggu hanya diri dan Rabbiy. Ahh... sangat melegakan saat mengadukan segala yang mengganjal di dada, dengan harapan kan ada pencerahan dan penyelesaian. Sungguh Allah takkan membiarkan hamb-Nya terpuruk saat solusi masalah telah ditemukan.
Semangat untukku dan untukmu yang sedang dirundung musibah, semoga Allah kuatkan dan memberikan jalan keluar melalui kuasa-Nya. Aamiin Ya Rabb ya mujibas saailiin.
Wallahu A'lamu bis Shawab
Selobanteng, 27 Mei 2019
#Day 22
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Justru dari datangnya musibah inilah kita jadi lebih bisa belajar dan terus belajar hingga mudah dalam menghadapi apapun di kedepannya.
BalasHapus