Assalamualaikum..
Semoga masih tetap bersemangat di Ramadhan yang keduapuluh enam ini ya...
Budaya konsumtif saat menjelang lebaran semakin meningkat, tak terkecuali pelaku konsumtif tersebut, siapa lagi kalau bukan perempuan. Ya, perempuan adalah dalang dari semua sikap konsumtif terhadap barang-barang yang menjadi minat hatinya. Jadi jangan heran, jika dompet yang semula tebal berubah menjadi setipis kertas, itu bukan karena apa, namun uangnya terpakai untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan tuk sambut hari kemenangan. Tim oposisi pun pasti ada, itu adalah laki-laki. Dia akan selalu protes bila pembelian barang-barang melebihi apa yang telah direncanakan semula, walau tak semua lelaki begitu tapi kebanyakan akan merasa sedikit kecewa.
Aku, sama dengan perempuan lainnya. Menyukai belanja. Kala itu, tepat H-7 lebaran, tepat pada hari Rabu kemarin, suami mengajakku untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan saat hari lebaran nanti. Naluri perempuan, tentu saja sangat senang diajak berbelanja. Aku mulai mereka-reka apa yang kan dibeli nanti. Jika tidak begitu, biasanya keinginanku akan melenceng tatkala melihat barang-barang yang menarik minat mata. Sudah kuadakan perjanjian dengan suami, hanya membeli barang-barang yang benar dibutuhkan, tidak boleh lebih, kecuali anggaran yang dibawa masih ada sisa, kemungkinan ada sangatlah tipis, karena suami yang tak suka bertele-tele pasti akan selalu membawa anggaran pas, plus dengan uang bensin dan biaya tambal ban jika ban bocor saat perjalanan. Nah lho... Senyum dulu, pasang muka khusnudzan. Suami perlahan ingin membuat sifat konsumtifku yang keterlaluan. Itu hikmahnya.
Kami berangkat saat matahari tak terlalu terik, sedikit teduh karena hujan baru saja membasahi tanah. jarum jam menunjukkan angka 02:12, itu artinya, kan tiba di tempat belanja sekitar pukul 3:00 kurang lebih setengah jam, apalagi aku membawa serta Baby Hilma, sebisa mungkin kendaraan yang kutumpangi tak bisa melaju cepat, bisa berakibat fatal tentunya. Dan sesuai prediksi, sesampai di tempat belanja tepatnya toko baju, Adzan Ashar berkumandang.
Kulangkahkan kaki menuju toko baju yang mulai dipadati pengunjung. Lumayan lengang karena kebanyakan dari mereka berada di bagian baju koko. Baby Hilma kubawa serta, suami tentu saja menunggu di luar, dia sangat tak suka mengekor di belakangku saat berbelanja, sangat lama katanya. Jadilah, dia hanya menunggu diluar toko sambil memegang tas yang kubawa. Baby Hilma menjadi partner belanjaku, manik hitam matanya menelusuri benda-benda yang diterangi oleh bohlam lampu, dia belajar bersosialisasi dengan tempat ramai yang baru dikunjunginya. Alhamdulillah tak rewel, dia menggelayut manja dalam gendongan. Sesekali ada beberapa yang mencoba berkomunikasi dengannya. Dia hanya tersenyum sesekali mengeluarkan erangan halus dari bibirnya. Oh Allah, good job dearest...
Sayangnya, 30 menit berputar-putar mengitari gamis-gamis yang menggantung, tak satupun yang menarik minat hatiku, hanya lelah. Ada yang disuka, harganya tak bersahabat, lumayan selangit. Ada harga tentu ada kualitas, begitu rumusnya. Kuputuskan pergi dari tempat itu dan bergegas ke tempat lain. Sebagai perbandingan. Sungguh, tak ada satupun yang cocok, sudah Tujuh toko yang kusinggahi, bukan sombong, namun aku yang terlalu berpikir panjang dalam memilih barang yang kan dipakai. Jadilah suami mengusulkan ke toko pertama kali disinggahi. Aku hanya manut, sudah pasrah, suami tentu saja lebih lelah, ia mencoba bersabar dan menahan jengkel tentunya.
Dari pengalaman yang kualami saat berbelanja, ada beberapa saran yang perlu diterapkan saat berbelanja menurutku, di antaranya:
1. Niat Lillahi Ta'ala
Segala sesuatu dimulai dari niat, niatkan berbelanja karena Allah, mintalah pertolongan pada-Nya, agar hati tak dibelokkan untuk membeli barang-barang yang tak diperlukan.
2. Menulis List/Daftar Barang yang Akan Dibeli
Yang ini sangat penting, untuk meminimalisir waktu, bisa lebih dulu dicatat apa yang kan dibeli. Agar waktu tak terbuang sia-sia saat berbelanja. Waktu banyak hanya dihabiskan untuk mencari satu barang, sehingga barang lainnya tercecer ketinggalan. Usahakan barang yang paling dibutuhkan ditulis lebih awal untuk menghindari pembelian barang yang tidak diperlukan.
3. Membawa Anggaran/Budget Sesuai Daftar Belanja yang Sudah Ditulis
Saat berbelanja, bawalah uang secukup barang yang kan dibeli, bolehlah bawa uang lebih untuk berjaga-jaga jikalau ada harga barang yang mulai melonjak naik, namun jangan terlalu banyak. Saat membawa uang melebihi batas ketentuan belanja, hasrat untuk menambah barang biasanya muncul secara alamiah. Untuk menanggulangi hal itu terjadi sebaiknya dikira-kira barang apa yang kan beranjak naik harganya. Tujuan dari hal ini agar lebih fokus pada kebutuhan utama yang masuk dalam daftar belanja.
4. Fokus dan Disiplin Terhadap Barang yang Akan Dibeli
Istiqamah dengan daftar yang sudah dibuat sangat diperlukan dalam belanja, tujuan membuat daftar belanja untuk menghindari pembelian barang yang tidak perlukan.
5. Langsung Pulang Setelah Belanja
Langsung pulang setelah membeli barang yang sudah dibeli. Jika tidak seperti itu, maka akan menarik minat hati untuk pergi ke tempat-tempat hiburan lainnya, dan tentu saja akan menambah anggaran yang telah dibuat sebelumnya dan akan tertarik membeli barang-barang yang tak seharusnya dibeli. Kecuali memang ada rencana sebelumnya akan bepergian ke tempat yang kan dituju setelah belanja selesai dilakukan.
6. Mencatat Pengeluaran Belanja
hal ini juga sangat penting, saat berbelanja baiknya mintalah resi atau bon belanja kepada petugas yang menjaga, bila tidak ada cobalah catat sendiri barang-barang yang sudah dibeli. Tujuannya agar bisa mereview dan memprediksi pengeluaran saat akan berbelanja lagi di lain hari.
7. Online atau Offline
Kalau yang ini adalah sesuka hati, belanja online ataupun offline sama-sama memiliki keuntungan dan kelemahan masing-masing. Tergantung orang yang kan berbelanja, jika tak ingin repot berjalan ke toko bisa membeli barang secara online, namun jika merasa tak puas hanya duduk dan menunggu barang datang, alternatif lain saat berbelanja adalah offline, yaitu mendatangi langsung tempat belanjanya dan bisa memilah memilih sendiri barang apa yang kan dibeli.
Saran ini insya Allah bisa dijadikan acuan saat berbelanja, apalagi mendekati hari kemenangan, banyaknya orang yang kan berbelanja kebutuhan. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Wallahu A'lamu bis Shawab
Selobanteng, 31 Mei 2019
#Day 26
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Image Source:Google Image

langsung pulang habis belanja. soalnya begitu dah dapet saya langsung gak minat sama barang lainnya.
BalasHapusEnak dong Ma...
BalasHapusBudget bisa ditabung hehehe