Kamis, 16 Mei 2019

Istiqomah Penjemput Berkah


Hasil gambar untuk istiqomah
"Amal yang paling dicintai Allah  adalah yang terus menerus meskipun sedikit"


Assalamualaikum...
Bagaimana keadaan iman hari? sehat? :) Alhamdulillah, kondisi iman kadang tak dapat diprediksi, kadang naik kadang pula turun. Barometernya selalu beda ya... Namun, semoga selalu istiqamah dalam menjaganya. Aamiin yaa Allah.

Ataukah kondisi badan yang kurang sehat?
Jika seperti itu, kita sama. Hehehe. Kondisi badan yang tak fit dan memaksakan diri untuk melakukan segala hal, jadinya Drop dulu sebelum berperang. Niat hati ingin beristiqomah dengan tugas baru, nyatanya, hanya menjadi sebuah wacana. Astaghfirullah, betapa aku hanya berencana, namun sepenuhnya, Allah lah yang menentukan.

Seharusnya, tak perlu memaksakan diri jika memang kondisi diri tak mendukung, agar semua hal tak terbengkalai. Ini sekadar pengingat bagi diriku sendiri dan pembaca agar mengistirahatkan otak di kala lelah. Itu saja.

Saat membaca chat di grup Writing Challenge, Teman-teman sesama peserta begitu semangat menyetor Link postingan, ada beberapa di antara mereka yang istiqomah menyetorkan link postingan lebih awal dari teman-teman yang lainnya. Salut dengan mereka, jika mereka bisa maka aku juga harus bisa tanpa mengorbankan seluruh aktivitas yang ada. Ya... harusnya memang begitu, namun ada saja kendala yang harus dihadapi, salah satunya dengan mengasuh dan mengasihi anak... Allahu Akbar... Jadi lebih tertantang karena ngetiknya menggunakan satu tangan, tangan yang lainnya mengelus kepala bayi agar lekas tidur. Tatkala sudah hampir tidur lelap, dia menggeliat manja lalu menangis. Hahaha... tantangannya luar biasa. Bukan ingin membuktikan diri ini mampu, hanya saja ingin istiqomah menebarkan kebaikan melalui tulisan kendati diri ini belum sepenuhnya baik.

Baiklah, mengenai istiqamah yang sering kusebut di atas, Rasulullah juga menegaskan dalam sabdanya,

"Amal yang paling dicintai Allah adalah terus menerus meskipun sedikit"
(HR. Muslim)

Sama seperti prinsipku mengikuti challenge ini, aku ingin meng-istiqomahkan diri dalam menulis. Kuyakin saat orang akan mencoba konsisten atau istiqomah dengan segala hal baik, pasti ada kendala yang harus dihadapi. Tergantung kita dalam menyikapinya. Istiqomah tak hanya untuk hal menulis saja, pun dalam hal menuntut ilmu. Ilmu apa saja yang ditemui dalam kehidupan. Istiqamah dalam mempelajari suatu ilmu juga merupakan hal mutlak. Kisah Ibnu Hajar dalam menuntut ilmu dapat dijadikan pelajaran agar tidak mudah menyerah dan tetap konsisten melaksanakannya. 

Alkisah, Ibnu Hajar merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena sangatlah susah dalam menghafal dan memahami suatu ilmu. Dari itu, beliau berniat pulang ke rumahnya dan berhenti belajar. Setiba di jalan menuju rumahnya, Ibnu Hajar beristirahat di pinggir sebuah sunga. Saat itulah beliau melihat lubang di sebuah batu. Lubang tersebut muncul karena tetesan air yang jatuh dari atas bebatuan. Air yang jatuh secara terus menerus tetes per tetes. Dari sinilah ia memperoleh hikmah dari apa yang dilihatnya.

Ibnu Hajar menyadari bahwa tetesan air dapat melubangi sebuah batu yang keras karena terjadi secara terus menerus. Begitu pula dengan menuntut ilmu, yang awalnya dirasa sulit dan hampir berputus asa dengan keadaan, ketahuilah bahwa seseorang akan menjadi pandai jika ia istiqamah dalam mengatur waktu dan tekun belajar. 

Bersikap konsisten/Istiqomah seharusnya bisa diterapkan dalam setiap hal baik. Selain bisa mendapatkan manfaat dari apa yang telah dilakukan secara berulang-ulang, ada pahala yang terus mengalir kala keikhlasan menyertai. Jika sudah terlatih, sikap istiqomah tidak hanya menyangkut dalam hal menulis ataupun menuntut ilmu, tetapi juga berefek pada aktivitas lainnya. saat istiqomah mulai berjalan, seiring waktu banyak berkah yang didapat. Istiqomah dalam menulis, kosa kata dan ide baru akan muncul seketika disela-sela menulis, bukankah begitu? 

Kebiasaanku, saat akan melakukan sesuatu hanya semangat di awal saja, semangat memulai namun tersendat di tengah. Jika tidak memacu diri untuk melakukannya secara konsisten, maka keinginan itu hanya sebatas angan tanpa realisasi. 

Demikian dalam menyebar kebaikan melalui tulisan, istiqomah sangat diperlukan untukku pribadi, dengan harapan dapat berimbas untuk aktivitasku yang lainnya. Aamiin yaa Mujiib... 

Wallahu A'lamu bis Shawab

Selobanteng, 16 Mei 2019

#Day 11
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Image Source: Image Source 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik dan saran sangat berarti demi perbaikan isi blog ini...

Perihal Lisan yang Kelu Berucap

Assalamualaikum... Barangkali ada yang sama seperti kisahku. Kutuliskan ini hanya karena lisan yang tak mampu berucap apa-apa padahal didha...