Kamis, 30 Mei 2019

Stop Ghibah!



Assalamualaikum...
Adakah dari pembaca yang belum tidur malam ini?
Jika begitu kita sama, mataku tak bisa diajak kompromi, saat tubuh ingin melepas lelah, mata tak ingin merebah. Apa bisa dikata? Tuk memancing rasa kantukku, kucoba membuat oretan ringan sebagai wujud muhasabah diri selama beberapa hari kemarin. Ya... Harus kulakukan itu, barangkali ada kata yang tak sengaja terlontar dan tanpa sadar telah menyakiti pendengar. Itu saja, karena keselamatan seseorang terletak pada penjagaan lisannya.

Sungguh, setiap hari bahkan setiap waktu, topik pembicaraan selalu ada. Entah itu tentang semua hal yang berkenaan dengan pendidikan, perikanan, pernikahan hingga gosip-gosip murahan tak lepas dari sorotan. Sangat disayangkan jika dalam kurun waktu 24 jam, lisan hanya digunakan tuk melontarkan kata-kata yang belum tentu menuai manfaat untuk diri sendiri dan orang lain, syukur-syukur mendapat pahala dari Allah. Bukan apa-apa, tatkala ada topik yang menyegarkan tuk dibahas, mau tak mau mata dan telinga ikut fokus menyimak dan menimpali. 

Ah kukatakan seperti ini, karena lingkunganku adalah lingkungan rawan gosip. Setiap hari selalu ada yang tersampaikan, mau tak mau akupun turut serta mendengarkan. Ada perasaan tak enak bila aku langsung berlalu pergi meninggalkan segerombolan orang-orang yang berantusias menyampaikan. Ingin tutup telingapun aku tak mampu, karena diri juga menikmati. Astaghfirullah... 

Yang menjadi topik pembicaraan pun kadang tetangga sendiri. Inilah Ghibah, membicarakan  atau menggunjingkan keburukan orang lain tanpa mencari kemaslahatan dari orang yang dibicarakan. Ibarat orang yang memakan daging saudaranya sendiri. Sangat mengerikan. Bila tak ikut nimbrung, bisa jadi diri inilah yang kan menjadi sasaran. 

"Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang, jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat: 12)

Ghibah atau menggunjing merupakan dosa besar, sebesar apa hanya Allah yang mengetahui. Namun, Ghibah seolah menjadi idola. Banyak peminatnya, media yang digunakan tentu saja dengan lisan maka tak salah jika ketajaman lisan lebih tajam dari ketajaman pedang, karena ia bisa melukai siapapun hanya sekali ucapan menyakitkan. Menganggap diri paling benar dan tak pernah berbuat salah, sehingga menjadi sangat wajar bila menjadi pemateri saat ghibah berlangsung, Naudzubillahi min Syarri Dzalik. Hanya orang-orang yang melekatkan asma Allah di hati dan pikirannya yang kan menjauhi perbuatan itu.

Diri ini adalah makhluk lemah, yang takkan bisa hidup tanpa bantuan sesama. Sesaat mungkin bisa berdiri sendiri, tetapi tidak dengan hidup sendiri. Sosialisasi dan tetap membangun hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Ghibah hanya akan melengkapi daftar dosa yang telah sering diperbuat. Meminimalisir Ghibah atau bahkan menjauhinya sama sekali sangatlah dianjurkan demi kebaikan di masa yang kan datang. Momen Ramadhan akan berlalu sebentar lagi, alangkah baiknya kesempatan yang sempit ini dijadikan ajang untuk berhenti menggunjing dan memperbaiki kesalahan dengan bertaubat kepada Allah. 

Sejatinya, apa yang kutulis adalah 'cubitan' bagi diriku sendiri untuk membenahi segala kesalahan yang telah terjadi. Pun diri pernah menjadi objek ghibah, saat mendengar sendiri apa yang disampaikan, sakitnya benar-benar menguliti hati. Andai saat berbicara terbesit pikiran "Bagaimana jika aku di posisi dia?" niscaya ghibah takkan terjadi. Sayangnya nihil, pelaku ghibah seolah menjelma menjadi hakim, memutuskan yang dirasa benar dan salah. Padahal Allah lah yang berhak memutuskan, bukan makhluk-Nya.

Wallahu A'lamu bis Shawab

Selobanteng, 30 Mei 2019

#Day 25
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Image Source: Image Source


2 komentar:

  1. hal yang sangat sulit untuk dihindari tetapi lebih baiknya jika dimulai dari diri sendiri untuk tidak ghibah.

    BalasHapus

Kritik dan saran sangat berarti demi perbaikan isi blog ini...

Perihal Lisan yang Kelu Berucap

Assalamualaikum... Barangkali ada yang sama seperti kisahku. Kutuliskan ini hanya karena lisan yang tak mampu berucap apa-apa padahal didha...