"Kegagalan adalah teman terbaik saat akan meniti tangga kesuksesan"
Assalamualaikum...
Alhamdulillah Ramadhan hari keenam, semoga Allah selalu karuniakan nikmat sehat untuk selalu beribadah pada-Nya. Aamiin ya Allah.
Bagaimana dengan puasa hari ini? Lancar tanpa kendala? Atau (bagi perempuan) adakah yang gagal di tengah jalan karena 'tamu' datang tanpa diundang? Hihihi. Alhamdulillah jika puasa hari ini lancar dan tanpa kendala suatu apapun, kecuali cobaan Es Blewah atau Sop Buah yang nangkring di depan mata saat akan berbuka puasa.
Berbeda lagi dengan mereka yang berhalangan untuk tidak berpuasa, jangan bersedih hati. Semoga Allah berikan waktu tuk menggantinya di lain hari. Tentu dengan keadaan dan fisik yang mendukung untuk melakukan puasa hingga tak ada hutang lagi.
Berbicara mengenai kegagalan, membuatku teringat beberapa kejadian yang membuatku terpuruk sedih. Namun, aku hanya bisa diam untuk belajar lebih tegar dan sabar. Tatkala, aku mulai berusaha sekuat semampu yang kubisa, kegagalan menghampiri. Adakalanya hati ingin berontak, mengapa Allah seperti itu kepadaku? dalam tangis tentu saja. Rupanya Allah telah lebih dulu menjawabnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 216:
"... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
Tentang kegagalan, jiwaku pernah berputus asa karenanya dan tak ingin lagi mencobanya. Terlebih saat ingin mencoba, pesimis selalu datang menghampiri. Surutlah semangat diri. Sungguh, aku adalah tipe orang yang suka meratapi dan menyesali segala yang telah terjadi. Jika sudah seperti itu, jiwaku seakan takut untuk berekspresi maupun berpartisipasi dalam segala hal. Padahal, Allah sudah mengatur rencana sedemikian indah yang tak kuketahui. Dari itu, aku belajar menghargai segala kegagalan yang sudah kulalui dengan kepahitan di dalamnya. Bahkan aku mencoba bersahabat dengannya. barangkali, ketika inginku tak lagi menggebu, maka semuanya akan berakhir dengan indah dan sesuai dengan harapan hatiku. ini opini otakku.
Rupanya aku salah. Ada proses yang harus kutempuh, ada usaha yang harus kubuat penuh. Hasil yang menyenangkan selalu dibarengi dengan usaha yang gigih dan tak instan. Sudah pasti, kembali kepada keputusan Allah adalah yang utama, selain usaha dan doa pastinya.
"Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan"
(QS. Al-Insyirah: 5)
Allah ajariku untuk selalu mampu menerima kegagalan dan tidak mengeluh dengan mencari-cari alasan bahwa kesuksesan selalu menyertai setiap orang yang berusaha. Terkadang, Allah ingin membuatku bersungguh-sungguh dalam segala hal yang ingin kuperjuangkan. Dari itu, Allah telah membuka mataku, bahwa kehebatan diri hanyalah sepintas, agar tidak takabur, agar tidak merasa bahwa diri ini berhak menang, pun agar tidak membanggakan diri terhadap apa yang telah ditetapkan Ilahi Rabby.
Bersahabat dengan kegagalan rupanya memberikan ruang tersendiri untuk memperbaiki dan meningkatkan diri, karena tak ada kesuksesan sebelum kegagalan. Gagal berulang-ulang merupakan cambuk untuk selalu berusaha lebih baik ke depannya.
Untukku dan untukmu yang pernah gagal dalam kehidupan, Allah lebih mengetahui untuk sebuah harga kehidupan yang kita lalui. Jadi, jangan menyerah tuk membersamai kegagalan. Dari kegagalan akan timbul sebuah pengalaman, sedangkan pengalaman adalah batu lonjakan menuju kesuksesan.
Wallahu A'lamu bis Shawab
Selobanteng, 11 Mei 2019
#Day 6
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Image Source: Google Image

Entah saya malah kebalik justru kegagalan yang saya jadikan batu loncatan dan pengalaman saya jadikan pedoman agar bisa terus berproses lebih baik.
BalasHapusSetiap orang memiliki cara mereka masing-masing dalam menyikapi segala hal, Ma...
BalasHapusdari kegagalan yang sering dilakukan akan timbul pengalaman yang nantinya dijadikan pedoman agar lebih baik ke depannya.
Thanks sudah menjejaki ya, Ma :)