Jumat, 24 Mei 2019

Menolong Agama Allah



Assalamualaikum...
Semoga selalu bersemangat di Ramadhan hari kesembilan belas. Allahu Akbar!

Sambil menemani Baby Hilma yang sedang terlelap dalam tidurya, aku mencoba flashback terhadap semua hal yang telah terjadi dan kulalui selama ini. Syukur Alhamdulillah, Allah memberikan apa yang sebenarnya kubutuhkan, bukan apa yang kuinginkan. Salah satunya adalah aku yang berkeinginan melanjutkan  pendidikan  ke jenjang S2, namun Allah rubah haluanku dengan menikah dan memiliki anak. Hikmahnya, agar aku belajar mendewasa tanpa menghabiskan uang kedua orang tua dengan menangguhkan segala inginku. Baru paham itu setelah memiliki keluarga kecil sendiri, Alhamdulillah.

Dari itu, aku mulai menyadari bahwa Allah telah menunjukkan salah satu kasih-sayang-Nya padaku. Sering kali begitu, dan aku seperti tak tahu cara untuk membalas budi dengan menolong Agama Allah. Siapapun yang menolong agama-Nya, maka Allah akan menolongnya. Bukankah sudah jelas dalam firman-Nya:

"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agama-Nya, Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." 
(QS. Al-Hajj: 40)

Menolong dalam artian bermujahadah (Bersungguh-sungguh) dalam menegakkan agamanya dan menjalankan segala apa yang telah diperintah-Nya agar agama seseorang lebih kokoh dan teguh dalam dirinya. 

Aplikasi menolong agama Allah memang akan sangat terasa bila berada dalam medan jihad. Seperti halnya ikut perjuangan di Gaza, Palestina. Mengikut-sertakan diri berkecimpung langsung melawan laknatullah Israel. Sungguh sangatlah menyayat hati melihat perjuangan Rakyat Gaza mempertahankan Iffah dan Izzah negaranya. Belum lagi bila melihat tangan-tangan mungil malaikat kecil memegang batu atau benda lainnya untuk berjaga-jaga jika tentara zionis datang mengganggu. Betapa Allah telah menunjukkan kekuasaannya dengan memperkenankan perempuan-perempuan Gaza melahirkan bayi-bayi kembar sebagai ganti mujahid-mujahidah yang telah wafat mendahului. Syurga untuk mereka Insya Allah.

Haruskan membantu mereka? Apalah daya dan kuasa, diri yang lemah dan tak memiliki dana untuk menceburkan diri di medan yang dirahmati Allah tuk menolong agama-Nya. Bukan tak ingin, sebagai perempuan aku hanyalah bisa menyumbang seuntai doa untuk saudara-saudari yang ada di sana, walau tak saling mengenal, rasa simpati dan empati kuat menekan diri. Allah tak memaksa seseorang tuk berjuang mengikuti barisan gagah untuk berperang memenangkan agama-Nya.

Menolong agama Allah bisa dilakukan walau dengan tidak berperang melawan musuh Allah. Menolong Agama Allah bisa diaplikasikan dengan jihad melawan hawa nafsu agar tak terseret arus menyesatkan dan kemaksiatan. Tak salah bila diri berjuang melawan segala hal yang sangat dimurkai oleh Allah. Terkadang melawan hawa nafsu sangatlah sulit untuk dilakukan, tatkala hati ingin berpegang teguh untuk selalu beristiqamah dalam melaksanakan ibadah kebaikan, selalu saja ada penghalang dan rintangan yang bisa membuyarkan keistiqamahan. 

Istiqamah dalam kebaikan juga termasuk menolong agama Allah, Ikhlas dalam menjaga amanah yang telah diberikan-Nya untuk seorang hamba. Oleh karena itu, setiap yang mengaku muslim atau muslimah harus menerima syari'at Allah dengan penuh kepatuhan dan keyakinan bahwa seluruh apa yang telah disyari'atkan adalah yang terbaik bagi makhluk-Nya demi menolong agama-Nya. Semoga Allah berikan kekuatan untuk selalu siap beristiqamah di jalan-Nya. Aamiin ya Rabbal Aalamin

Wallahu A'lamu bis Shawab

Selobanteng, 24 Mei 2019

#Day 19
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

NB: Apa yang tertulis adalah sebagai pengingat diri

Image Source: Google Image








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik dan saran sangat berarti demi perbaikan isi blog ini...

Perihal Lisan yang Kelu Berucap

Assalamualaikum... Barangkali ada yang sama seperti kisahku. Kutuliskan ini hanya karena lisan yang tak mampu berucap apa-apa padahal didha...