"Yang terbaik darimu adalah menginstropeksi diri"
Tetiba terbangun jam 01 dini hari saat seisi rumah sedang tertidur. Padahal niatnya, aku ingin segera menyelesaikan tugas melipat baju selepas Shalat Isya', namun mata tak jua bisa dikompromi. Melihat bantal, mata seolah bermagnet tuk segera menidurinya. Alhasil, aku tertidur saat jarum jam menunjukkan angka 09 malam. Bangun tidur rasanya menyesal karena tugas rumah terbengkalai. Baju yang sudah dicuci menggunung tergeletak tak berdaya di tempatnya. Satu pemandangan yang membuat wajahku sumringah, ada lipatan beberapa baju yang sudah terjajar rapi dan siap diletakkan di lemari. Ahaa... ini pasti ulah suami. Jadi, aku hanya meneruskan sisa baju yang belum terlipat.
Ilmu begadang sudah sering aku terapkan saat masih di pesantren atau saat di kampus dulu. Aku menyebutnya dengan 'Sahirul layali' atau mengarungi malam. Karena belajar kala itu membutuhkan ketenangan maksimal, jadilah jam 1 pagi, saat yang lain terlelap, aku terbangun untuk mencerna semua mata pelajaran. Hasilnya sangat memuaskan. Ah... bila mengingat perjuangan di pondok dulu rasanya benar-benar menakjubkan. Ada teman yang senantiasa mengingatkan tuk selalu berbuat kebaikan. Pun dalam hal belajar, dengan sigap mereka menerangkan bila ada yang tak dimengerti apa yang telah dipelajari. Aku merindukan itu semua.
Beda lagi dengan sekarang, aku begadang jika ada hal yang benar-benar mendesak pikiran. Salah satunya bangun tengah malam karena si baby tetiba bangun karena pampers dirasa penuh, atau karena dia merasa lapar dan membutuhkan ASI segera. Jika tidak demikian, maka aku akan tertidur pulas setelah merasa lelah seharian beraktivitas.
Pagi yang syahdu nan sunyi ini adalah waktu terbaik tuk bermunajat dan menangguhkan segala keinginan pada Ilahi Rabbiy. Pada saat ini, seolah sinyal doa berjalan tanpa hambatan, pun jika ingin menangis sejadi-jadinya, Allah dengan senang hati menerima taubat hamba-Nya yang bersungguh-sungguh meminta pada-Nya. Bermuhasabah diri karena telah menjadi hamba yang konyol dan sering bermaksiat pada-Nya. Yang hanya menjalankan ibadah sebagai rutinitas akan tetapi hal itu tak berdampak baik pada akhlaq dan kepribadiannya. Innalillahi... Semoga kita dijauhkan dari hal seperti itu.
Muhasabah berasal dari kata hasiba yahsibu, makna secara bahasa adalah menghitung. Sedang dalam terminologi syar'i disebutkan bahwa muhasabah adalah sebuah usaha yang dilakukan untuk perbaikan diri terhadap setiap kebaikan dan keburukan yang telah dilakukan. Intinya, mengevaluasi segala hal yang telah terjadi demi perbaikan diri ke depannya.
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (Akhirat). Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan.
(QS. Al-Hasyr: 18)
Mengintropeksi diri sangatlah dirasa penting agar tak mengulangi kesalahan yang sama. Dengan mengintropeksi diri, seorang hamba takkan menyia-nyiakan waktu yang telah Allah berikan. Ada beberapa manfaat yang didapat karena sering bermuhasabah, di antaranya adalah,
1. Bermuhasabah diri akan senantiasa membuat diri sadar akan aib yang sering dilakukan. Tak menutup kemungkinan bahwa aib tersebut akan terbuka lebar bila sering dilakukan. Muhasabah berarti perbaikan atas apa yang telah dilakukan untuk perbaikan dirinya.
2. Seseorang akan senantiasa mengetahui apa yang telah dilakukannya selama ini, dia akan sadar bahwa apa yang telah dilakukannya akan dimintai pertanggung-jawaban di akhirat kelak.
3. Bermusahabah akan lebih mendekatkan diri kepada Allah, dan akan lebih memaknai hakikat dari hidupnya.
4. Bermuhasabah akan senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan buruk, karena ia akan sadar bahwa yang dilakukan akan senantiasa mendapatkan pengawasan dari Allah.
Dari itu, tak ada salah jika yang dilakukan adalah untuk memperbaiki diri, Allah akan menyukai dan meridhai jika perubahan diri atas nama-Nya. Bermuhasabah, akan ada banyak kebaikan yang senantiasa mengiringi. Semoga Allah selalu memberikan kesempatan untuk selalu bermuhasabah diri menuju perbaikan dalam bingkai taqwa pada-Nya. Aamin yaa Rabbal 'Alamiin.
Wallahu A'lamu bis Shawab
Selobanteng, 21 Mei 2019
#Day 16
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
Image Source: Google Image

intinya bermuhasabah jadi lebih mendekatkan kita sebagai hambanya kepada Allah SWT
BalasHapus