Jumat, 10 Mei 2019

Partner Shalehah Dambaan Suami

"Separuhku adalah tulang rusukmu, cintailah aku karena Rabb-mu"


Suami istri adalah partner hidup yang telah ditunjuk Allah untuk senantiasa bersama dalam suka maupun duka, saling bersama menutupi aib masing-masih di antara keduanya serta saling mencintai karena Allah yang menyatukan mereka. Dikarenakan, Perempuan tercipta dari tulang rusuk laki-laki dan ia akan menjadi partner seorang laki-laki dalam berumah tangga. Dari itu, perlakukanlah perempuan dengan tegas, lemah lembut dan penuh kasih sayang. 

"Saling berpesanlah kalian untuk berbuat baik kepada kaum perempuan karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk dan bagian tulang rusuk yang paling bengkok dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya. Maka jika kamu berusaha meluruskannya, kamu akan mematahkannya, dan jika kamu membiarkannya sebagaimana adanya maka ia akan tetap dalam keadaan bengkok. Maka saling berpesanlah kalian untuk berbuat baik kepada kaum perempuan." (HR. Bukhari, no. 3084)

Ibarat kapal di lautan yang dikemudikan oleh nahkoda (sesekali ditemani oleh asisten nahkoda). Kapal yang akan berlayar sesuai dengan arahan nahkoda, karena dialah yang memimpin dan mengemudikan kapal. Nahkodalah yang memberikan arahan serta aturan agar diikuti oleh seluruh awak kapal. Coba bayangkan bagaimana jika ada salah satu awak kapal yang melanggar dan tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh nahkoda, dan berdalih bahwa awak kapal ini memiliki kelebihan melebihi nahkoda, maka apa yang kan terjadi dengan kapal yang kan berlayar jika nahkoda dan awak kapal tak sejalan pemikirannya?

Begitu pula dengan rumah tangga, diperlukan pemikiran yang seiring seirama di antara keduanya. Suami menjadi nahkoda dalam bahtera rumah tangganya dan istri yang shalehah menjadi pengikut setia selama tidak menjerumuskan ke dalam pintu kemaksiatan. Istri juga harus mematuhi apa yang diperintahkan. 

"Jikalau aku memerintahkan seseorang bersujud kepada orang lain maka aku akan menyuruh para istri untuk sujud kepada suaminya"
(HR. Abu Daud, no. 1828)

Namun, jika perintah suami bertentangan dengan syariat islam, tiada ketaatan di dalamnya, maka seorang istri wajib menegur dan mengingatkannya.  Tatkala suami tak mengindahkannya, maka istri tidak boleh menaatinya. 

Ketaatan kepada suami adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang istri. Meskipun, si Istri adalah orang yang memiliki pendidikan tinggi, sedangkan suami berpendidikan rendah atau mungkin, si istri lebih berpangkat lebih tinggi dari pada suami, selayaknya bagi istri menaatinya serta mematuhi apa yang menjadi kehendaknya selama itu di jalan yang benar.

adapun ciri perilaku istri shalehah adalah:

1. Mengingatkan suami untuk selalu Birrul Walidaini.
    
Istri shalehah senantiasa membantu suami untuk selalu berbuat baik kepada orang tuanya, khususnya kepada ibunya. Ini merupakan bentuk ketaatan istri kepada suaminya. Tidak ada kecemburuan sama sekali, sekalipun ada, dia akan menyembunyikannya rapat-rapat demi menjaga hubungannya dengan suami tetap berjalan sebagaimana mestinya.

inilah hal sulit yang harus dilakukan, terkadang ekspektasi tak sesuai dengan kenyataan yang ada. Seorang istri shalehah harus bisa memanage hati agar tetap bersikap rendah hati. dari itu, cinta suami akan terus tumbuh kepadanya.

2. Tidak Menyebarkan Rahasia Suami  

"Orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat, yaitu seseorang yang mendatangi istrinya dan istrinya pun datang padanya, lalu ia menyebarkan rahasia (apa yang terjadi di antara keduanya."
(HR. Muslim no. 2597)

 Di dalam berumah tangga, selayaknya bagi suami ataupun istri untuk menjaga rahasia rumah tangga mereka. Menjaga rahasia merupakan akhlaq terpuji. Sekalipun di antara keduanya sudah tidak menjadi suami istri, mereka diharuskan untuk tetap menjaga rahasia di antara keduanya.

3. Membantu dan Menyemangati Suami dalam Ketaatan 

Sifat lainnya yang harus dimiliki perempuan shalehah agar ia senantiasa menjadi perhiasan dunia adalah ia yang senantiasa mengajak suaminya dalam ketaatan. Menyemangatinya untuk melakukan hal-hal wajib dan yang sunnah. Ketika berada di dalam rumah, kemudian tibalah waktu shalat Shubuh maka istri harus membangunkannya dengan penuh kasih sayang untuk melakukan shalat shubuh berjamaah. Kasih sayangnya tidak akan menjerumuskannya dan membiarkannya tertidur hingga dia lupa terhadap tugasnya sebagai seorang hamba yaitu menyembah dan bermunajat kepada Rabb-nya.

Biduk rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah, senantiasa bersinergi untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, pun juga dalam bidang ketaatan kepada Allah.

Sekiranya, kitalah yang ditunjuk untuk menjadi perhiasan dunia dan penyejuk mata bagi suami kita, tingkatkanlah daya keimanan kita di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Saling nengingatkan dan berkolaborasi untuk hal-hal kebaikan karena Allah. Karena suami takkan bisa shaleh tanpa partner shalehah di sampingnya.

Semoga apa yang kita bahas ini adalah cambuk untuk mejadi pribadi yang lebih baik lagi. Pun penulis yang jauh dari kesan shalehah dan masih berusaha untuk memperbaiki segala hal yang pernah melukai hati suami. Tak ada kata terlambat untuk sebuah perubahan, selama hayat masih dikandung badan. Bismillahi Tawakkalnaa 'Alaa Allah.

Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga Allah senantiasa melindungi kita dari perbuatan maksiat.
Aamiin ya Allah.:)

Wallahu A'lamu bis Shawab.

Selobanteng, 10  Mei 2019
#Day 5
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Sumber : Wanita dalam Pandangan Imam Al-Ghazali
Image source: Google Image

6 komentar:

  1. barakallah umm...tulisannya enak dibaca.kena banget.Hm....sy sangat merasakan tulang rusuk itu memang benar2 bengkok.karenaa mbutuhkan sentuhan halus penuh cinta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukran ya Umm.. hehe
      Tulang yang bengkok itu adalah kita, Umm
      Ehh BTW, terima kasih sudah meninggalkan jejak :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Waahhh.. semoga disegerakan ya Ukh..
      Aamiin ya Allah

      Hapus
  3. Saya nggak tahu dah mau komen apa kok kayaknya keluar dari tulisan diatas ya saya sama suami hihihi kocak tiap hari sampe ketawa melulu nggak ada kalemnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enak dong, Ma...
      Biar ga bosan rumah tangganya.


      ;0

      Hapus

Kritik dan saran sangat berarti demi perbaikan isi blog ini...

Perihal Lisan yang Kelu Berucap

Assalamualaikum... Barangkali ada yang sama seperti kisahku. Kutuliskan ini hanya karena lisan yang tak mampu berucap apa-apa padahal didha...