Rabu, 08 Mei 2019

Perempuan Shalehah: Bekalmu Sebelum Menikah

Dunia adalah perhiasan , dan sebaik-baik perhiasan adalah perempuan shalehah.
(HR. Muslim no. 2668)


Assalamualaikum...
Ramadhan hari ketiga, semoga terus bersemangat tuk memacu diri dalam beribadah pada-Nya. Aamiin ya Rabbal 'Aalamin... :)

Adakah dari pembaca yang belum menikah? Kali ini, aku ingin sedikit menyindir kalian dengan tulisanku... Hehe (Menyindir namun memberitahu, boleh ya...)

Agama kita telah menganjurkan kepada seluruh umat manusia untuk menikah, karenanya ada banyak hikmah saat seseorang berani melepas masa lajangnya melalui pintu pernikahan. Rasulullah telah menegaskan anjuran menikah dalam sabdanya yaitu:

"Barang siapa telah mempunyai kemampuan menikah, kemudian ia tidak menikah maka ia bukan termasuk dari umatku."
(HR. Ad-Darimi no. 2219)

Barangkali dari kita sudah mengetahui bahwa menikah adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan. Selain bisa memuliakan kaum perempuan, Menikah tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, harus sesuai dengan syariat islam yang telah ditentukan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi seorang muslim yang akan melaksanakan pernikahan untuk mengetahui dan menggali ilmu tentang tata cara pernikahan syar'i atau sesuai dengan syariat Islam, adab menikah, serta fadhilah-fadhilah yang terdapat dalam pernikahan sebagai persiapan spiritual pranikah. Jadi, menikah tak serta merta bermodal cinta, harta, dan tahta, namun bekal yang akan dibawa setelah pernikahan berlangsung adalah adab dan ilmu pernikahan, agar terbentuk pernikahan yang sakinah, mawaddah dan Rahmah bagi yang menjalaninya. 

Pernikahan telah dijadikan Islam sebagai sarana halal untuk memadu kasih bagi sepasang muda mudi yang berniat untuk menjaga fitrahnya. Hanya dengan pernikahan lah keturunan kita menjadi terhormat. Maka adalah hal yang wajar jika pernikahan bisa memuliakan dan mengangkat derajat mereka yang telah menjalaninya. 

Seorang perempuan shalehah tentu saja menginginkan seorang imam yang baik, bukan? Sesuai dengan kriteria yang telah dijelaskan Al-Qur'an, perbaikilah diri maka Allah akan pertemukannya dengan pasangan yang baik pula. Begitupun sebaliknya.

"... Sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik." 
(QS. An-Nur :26)

Sayangnya, banyak kaum perempuan (Tak terkecuali aku) tergoda dengan penampilan wajah yang tampan, padahal itu hanyalah casing semata, sehingga saat menikah yang didapat bukanlah kebahagiaan dan ketentraman, melainkan ketakutan dan penderitaan. Kita berlindung pada Allah dari hal-hal tersebut. Disitulah pentingnya seseorang yang mengerti bahwa pernikahan tak hanya mementingkan wajah dan penampilan.

Penampilan fisik dan wajah yang cantik dan tampan bukanlah jaminan keluarga yang dibangun saat pernikahan menjadi bahagia, pun juga tak menjadi keabadian, ia akan mengalami penuaan yang menyebabkan kecantikan dan ketampanannya memudar seiring berlanjutnya usia yang disandangnya. Wajah keriput, kulit melepuh yang tersisa hanyalah tulang, pun tulang yang semula kekar mengalami pembungkukan. Jika sudah demikian, apa yang patut kita banggakan?

Berikut akan dijelaskan mengenai persiapan apa saja bagi Perempuan shalehah sebelum memulai bahtera pernikahan menurut beberapa referensi yang telah aku kaji sebelumnya. 

1. Niat

Segala sesuatu kita mulai dengan niat, niat yang tulus ikhlas karena Allah, tidak semata-mata pernikahan yang akan kita bangun nantinya mendapat pujian dari orang-orang sekitar. Melainkan, jadikan pernikahan sebagai sarana ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tak ada niat lain selain itu!

2. Lebih giat dan rajin menelaah buku-buku tentang pernikahan islami.

Seperti yang sudah kita bahas tadi, bahwa pernikahan juga memerlukan ilmu, tak serta merta dilakukan begitu saja tanpa mengikuti aturan syar'i. Mulai dari ta'aruf, sampai pernikahan dan berkeluarga sesuai dengan yang di-syariatkan Allah SWT yang ditetapkan melalui sunnah rasul-Nya.

3. Berusaha memperbaiki Akhlaq.

Seseorang yang berakhlaq baik, akan nampak sangat berwibawa dibandingkan dengan seseorang yang tak berakhlaq. penting bagi kita yang belum menikah untuk meng-upgrade keilmuan kita mengenai akhlaq serta mengamalkannya. Sebab Allah akan memberatkan timbangan amal mereka yang berakhlaq baik. sesuai dengan sabda Rasulullah:

"Sesuatu yang paling berat timbangan seorang mukmin adalah Akhlaq yang baik. Sesungguhnya Allah murka kepada orang yang bertutur keji dan jorok."
(HR. Baihaki, no. 774) 

Sampai disini kita menjadi sangat paham bahwa seseorang yang berakhlaq akan mendapatkan keistimewaan tersendiri di sisi Allah.

4. Mengamalkan hal-hal sunnah

Dari sekarang, kita tempa diri kita dengan membiasakan diri melakukan hal-hal sunnah, agar ketika membina rumah tangga, kita senantiasa akrab dengan amalan-amalan sunnah. Seperti bersiwak, melaksanakan shalat-shalat sunnah, seperti tahajud, witir, dan lain sebagainya. Serta berdzikir di pagi dan sore hari.

5. Belajar mengelola keuangan.

Setelah menikah, seorang istri bergelar sebagai bendahara keluarga, sekalipun ia bekerja maupun tidak bekerja. Islam mengajarkan kita untuk tidak hidup materialistis, yang hanya berorientasi pada materi. Namun sebagai perempuan shalehah harus bisa mengatur keuangan agar kebutuhan keluarga tercukupi nantinya, begitupun seorang lelaki shaleh sudah memiliki upaya untuk menafkahi keluarganya.InsyaAllah jika suami berikhtiar untuk menafkahi keluarganya karena Allah, maka Allah akan mencukupinya. Karena Allah-lah sebaik-baiknya Pemberi Rezeki. 

6. Setelah kedua calon menikah, maka status sosial di antara keduanya akan berubah. Bukan lagi gadis atau lajang, melainkan telah berubah menjadi suami istri.

Jadi, di antara mereka mulai harus melibatkan diri dalam keluarga di kedua belah pihak keluarga, kerabat, atau masyarakat di sekitar mereka dalam kegiatan sosial. 

Demikianlah beberapa persiapan yang perlu dipersiapkan sebelum memulai kehidupan dalam pernikahan. , meskipun begitu, persiapan ini tidak mudah untuk kita raih, melainkan butuh proses panjang untuk kita melatih diri. Oleh karena itulah, saat kita masih memiliki waktu dan belum terikat dengan hal-hal berbau rumah tangga, berupayalah untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya guna mempersiapkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah.

Tulisan ini juga sebagai pembelajaran bagiku yang sudah berkeluarga untuk terus berusaha memperbaiki diri sebagai perempuan shalehah dan berbakti kepada suami guna menggapai mardhatillah.

Sekiranya yang kutulis ini bermanfaat,pelajarilah dan jalanilah. Namun, jika tak berkenan di hati pembaca, mohon tinggalkan kritik dan saran demi perbaikan tulisan ini ke depannya. :)

Wallahu A'lamu bis Shawab.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. 

Selobanteng, 08 Mei 2019

#Day 3
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

Referensi: Wanita dalam Pandangan Imam Ghazali
Image Source: Google Image



8 komentar:

  1. Masyaallah , sembari menunggu doakan saya ya mbak. Biar pas waktunya dateng semua sudah siap dengan baik. Terimakasih untuk sharing ilmunya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah :)
      Semoga disegerakan dan dimudahkan tuk lekas bertemu jodoh shaleh ya, Dear...
      Terimakasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  2. Menikah itu ... sesuatu yang benar-benar sakral. Sayangnya sedikit sekali orang yang tahu tujuan dari menikah, kebanyakan pada main ke perasaan. Berat.
    Butuh waktu. Semoga dipermudah. Aku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi...
      Aamiin
      sejatinya menikah butuh niat. Bukan sekedar main-main.
      Well semoga dimudahkan tuk bertemu jodoh shaleh ya, Ai...

      Hapus
  3. Alhamdulillah dapat ilmu , semoga segera dipertemukan.aaminn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Allah...
      Sabar menunggu ya, Shalehah :)

      Hapus
  4. The last....
    saling belajar memahami kelebihan dan kekurangan pasangan masing2 karena pernikahan artinya terbuka segalanya. tau kayak apa bau kentut dia kebiasaan aneh dia dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha...
      Iyya Ma...
      Tuk belajar memahami pasangan juga butuh kekonsistenan. Jika tidak, emosi yang kan bermain peran.
      Thanks sudah memberi jejak yaa Mah..
      Luv deh

      Hapus

Kritik dan saran sangat berarti demi perbaikan isi blog ini...

Perihal Lisan yang Kelu Berucap

Assalamualaikum... Barangkali ada yang sama seperti kisahku. Kutuliskan ini hanya karena lisan yang tak mampu berucap apa-apa padahal didha...